Rabu, 13 Mei 2020

Analisa Kelayakan Bisnis/Investasi

Salam semua para wirausahawan ! Setelah artikel sebelumnya yang membahas bagaimana pentingnya Manajemen Keuangan dalam setiap usaha, kali ini penulis akan membuat artikel tentang Analisa Kelayakan Investasi. Investasi merupakan langkah untuk mengembangkan suatu usaha, seperti menambah mesin produksi, tempat produksi atau meluaskan peluang usaha dengan menginvestasikan ke usaha lainnya. Ini merupakan suatu langkah yang hebat, tetapi harus diingat Investasi yang dilakukan tanpa analisa dan perhitungan yang tepat tidak akan tertarget dan menghasilkan keuntungan atau dapat dibilang sesuatu yang sia-sia !

Sehingga begitu penting menganalisa terlebeh dahulu kelayakan investasi yang ingin dilakukan, sehingga menentukan layak atau tidaknya sebuah keputusan investasi dilakukan. Ada bebrapa metode yang dapat digunakan, masing-masing metode mempunyai kelebihan dan kekurangan. Pemilihan metode mana yang lebih tepat tergantung dari kebutuhan tiap perusahaan, sebaiknya tidak mengandalkan satu metode melainkan gabungan dari berbagai metode sehingga keputusan investasi dapat sesuai target dan menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Dibawah ini metode kriteria kelayakan Investasi yang umum dipakai perusahaan :

1. Metode Payback Period (PP)
Analisa metode penilaian investasi payback period adalah sebuah metode untuk mengetahui kapan kembalinya dana investasi yang telah dikeluarkan dan mengukur berapa lama dana investasi kembali ke perusahaan. Metode ini dilakukan dengan menghitung periode waktu yang dibutuhkan ketika jumlah arus kas yang masuk sama dengan jumlah arus kas yang keluar. Jika hasil Payback Periode menunjukan pengembalian yang lebih cepat, maka investasi tersebut layak dijalankan. Sebaliknya apabila hasil Payback Periode menunjukan pengembalian yang lebih lama, maka investasi tersebut tidak layak dijalankan.

Kelebihan :
- Mendapatkan kapan dan lamanya dan investasi akan kembali
- Menjadi alat pertimbangan sebuah resiko.

Kekurangan :
- Mengabaikan penerimaan investasi yang diperoleh
- Tidak memperhitungkan Value of money.

2. Metode Benefit Cost Ratio (B/C ratio)
Pada dasarnya metode Benefit Cost Ratio adalah metode analisa kelayakan investasi yang menekankan kepada Benefit (manfaat) dan Cost (biaya), yaitu membandingkan antara Benefit (manfaat) dengan Cost (biaya). Dalam analisis kelayakan investasi B/C ratio dengan metode :
- Apabila B/C > 1 maka investasi tersebut layak dilakukan;
- Apabila B/C < 1 maka investasi tersebut tidak layak dilakukan.

3. Metode Net Presen Value (NPV)
Pada metode Net Presen Value mengukur kelayakan investasinya berdasarkan perbandingan dari selisih nilai antara jumlah kas bersih berdasarkan perhitungan cash flow dan jumlah investasi awal selama umur investasi. Apabila nilai Net Present Value bernilai positif maka usaha dinyatakan layak untuk diinvestasi, begitupun sebaliknya apabila nilai Net Present Value bernilai negative maka usaha dinyatakan tidak layak untuk diinvestasi.

4. Metode Internal Rate of Return (IRR)
Pada metode Internal Rate of Return mengukur kelayakan investasinya berdasarkan tingkat pengembalian hasil intern atau pengembalian bunga pinjaman yang diukur berdasarkan cash flow pada kas bersih dan juga umur investasi. Apabila nilai Internal Rate of Return lebih besar dari bunga pinjaman maka usaha dinyatakan layak untuk diinvestasi, begitupun sebaliknya apabila nilai Internal Rate of Return lebih kecil dari bunga pinjaman maka usaha dinyatakan tidak layak untuk diinvestasi

Contoh Net Persen Value (NPV)
Manajemen Perusahaan Tumbang ingin membeli mesin potong untuk meningkatkan jumlah produksi produknya. Harga mesin potong yang baru tersebut adalah Rp150.000.000 dengan suku bunga pinjaman sebesar 12% per tahun. Arus kas yang masuk diestimasikan sekitar Rp50.000.000 per tahun selama lima tahun.

Rumus NPV
(C1/1+r) + (C2/(1+r)2) + (C3/(1+r)3) + … + (Ct/(1+r)t) – C0

Jawaban
  • Ct = Rp. 50 juta
  • C0 = Rp. 150 juta
  • r = 12% (0,12)
= (C1/1+r) + (C2/(1+r)2) + (C3/(1+r)3) + (C3/(1+r)4) + (Ct/(1+r)t) – C0

 = ((50/1+0,12) + (50/1+0,12)2 + (50/1+0,12)3 + (50/1+0,12)4 + (50/1+0,12)5) – 150

= (44,64 + 39,86 + 35,59 + 31,78 + 28,37) – 150

= 180,24 – 150

= 30,24

Jadi nilai NPV adalah Rp30,24 juta.

Masih belum jelas ? Kami berikan video tutorialnya


Mudah bukan ? Selamat menccoba.

Rabu, 06 Mei 2020

Manajemen Keuangan



  Salam para Wirausahawan ! Setelah sebulan tidak menulis artikel baru di Blog pribadi akhirnya penulis mencoba menulis kembali artikel tutorial tentang, bagaimana membuat "Manajemen Keuangan Sederhana" Selama ini banyak yang berpendapat bahwa Manajemen Keuangan hanya diperlukan untuk perusahaan yang sudah besar, tetapi nyatanya usaha kecil dan menengah harus melakukan pengelolaan keuangan dengan baik dan benar. Karena kinerja keseluruhan suatu usaha bisnis sangat dipengaruhi oleh kinerja keuangan usaha yang bersangkutan agar dapat mencapai tujuan yang ingin dicapai.

Sebelum memulai membuat laporan keuangan terlebih dahulu kita mengerti tentang Manajemen Keuangan. Lalu apa itu Manajemen Keuangan ?


  Manajemen Keuangan adalah segala kegiatan perusahaan yang berhubungan dengan cara memperoleh, menggunakan, serta mengelola keuangan perusahaan untuk mencapai tujuan utama perusahaan. Sehingga begitu penting Manajemen Keuangan bagi usaha yang kita miliki, walaupun kita usaha kecil menengah (UKM)  tidak harus membuat laporan keuangan serumit dengan perusahaan besar yang menggunakan bantuan tenaga ahli, disini kita akan membuat laporan keuangan sederhana yang pemilik usaha kecil menangah UKM dapat melakukannya. Pertama kita akan membagi tiga laporan yaitu :

  1. Sumber Dana
  2. Penggunaan Dana
  3. CashFlow(aliran dana)
1. SUMBER DANA
  Sumber dana merupakan sebuah pemenuhan dana yang dibutuhkan untuk menjalankan seluruh proses usaha, disini catat seluruh sumber dana yang anda miliki baik dari sumber internal perusahaan(Modal sendiri) atau dari sumber eksternal (Investor, peminjaman dll). Contoh Mempunyai dana internal sebesar Rp.10.000.000 ditambah dengan dana Investor sebesar Rp.25.000.000, sehingga  anda dapat membuat Laporan Sumber Dana perusahaan anda adalah Rp.35.000.000.

2. Penggunaan Dana
  Kali ini kita membuat Laporan Penggunaan Dana. Laporan penggunaan dana adalah seluruh kegiatan penggunaan sumber dana yang dikeluarkan untuk menunjang proses usaha untuk mencapai tujuan yang ditentukan. Contoh dengan sumber dana Rp.35.000.000 yang dimiliki anda membeli mesin Rp.10.000.000, bahan baku Rp.5.000.000, tempat usaha Rp.20.000.000. Jadi total pengeluran dana adalah Rp.35.000.000, lalu kurangi Sumber Dana yang anda miliki. Dibawah ini pembagian secara detail tentang Sumber Dana & Laporan Penggunaan Dana.


3. CashFlow
  Pada tahap ini, laporan keuangan berisi tentang penerimaan dan pengeluaran kas pada perusahaan pada waktu tertentu. Sehingga kita dapat mengetahui tentang keuangan perusahaan apakah sedang untung apa rugi. Sumber dana dan Penggunaan dana masuk dalam laporan ini, sebagai contoh perusahaan harus membayar beban listrik Rp.5.000.000, gaji karyawan Rp.20.000.000, dan mendapatkan kas masuk penjualan Rp.35.000.000. Sehingga dengan Sumber Dana Rp.35.000.000, Penggunaan dana Rp.35.000.000, beban listrik Rp.5.000.000, gaji karyawan Rp.20.000.000 dan pendapatan Rp.35.000.0000. Jadi pada periode ini perusahaan mendapatkan laba atau keuntungan senilai Rp. 10.000.000.
 

Mudah Bukan ? Sekarang anda telah berhasil melakukan Manajemen Keuangan !

Kamis, 16 April 2020

Business Model Canvas


Contoh Business Model Canvas

Salam Wirausahawan ! Pada artikel sebelumnya kita telah membahas tentang "Produk dan Penentuan Harga Jual"  Sebagai wirausaha penting untuk memasitkan usaha kita berjalan dengan baik, salah satu caranya dengan membuat Model Bisnis (Business Model). Model bisnis adalah strategi yang dilakukan wirausaha untuk menghasilkan suatu nilai pada seluruh komponen yang terlibat dalam usaha tersebut.

Model bisnis berbeda dengan rencana bisnis, karena model bisnis bertujuan untuk mengetahui sumber daya, aktivitas, dan hubungan yang akan dijalanin. Rencana bisnis bertujuan untuk bagaimana strategi dalam mencapai sasaran yang telah ditentukan sehingga berhubungan dengan keungan, pemasaran dan produk yang ingin dijual. Model bisnis untuk menganalisa kekuatan dan kelemahan proses usaha, sehingga bersifat eksperimen. Artinya model bisnis dapet berubah hingga menemukan model yang sesuai dengan usaha yang dijalani.

Sehingga sangat penting membuat model bisnis !

Salah satu Model Bisnis adalah Business Model Canvas atau yang sering disingkat BMC. 

Business Model Canvas adalah kerangka kerja kanvas yang disusun untuk menjelaskan, memvisualisasikan, menilai, dan mengubah model bisnis agar menghasilkan kinerja yang lebih optimal untuk suatu usaha. Dalam BMC terdapat sembilan element yang saling terhubung, antara lain :
  1. Customer Segments,
  2. Customer Relationships, 
  3. Value Proposition, 
  4. Channels, 
  5. Revenue Streams, 
  6. Key Activities, 
  7. Key Partners, 
  8. Resources, 
  9. Cost Structure.  
 Dalam mempermudah membuat Business Model Canvas, kita harus menjawab pertanyaan yang mewakili sembilan element yang tersebut.
  1.  Customer Segments, bagian ini merupakan daftar konsumen produk yang anda tawarkan. Wirausaha harus menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti : "1. Siapa pengguna produk anda ? Karakteristiknya seperti apa ? Segmentasi mana yang ingin anda peroleh ?
  2.  Value Proposition, bagian ini merupakan apa solusi yang anda tawarkan terhadap konsumen. Pertanyaannya adalah : "1. Apa masalah yang dapat diselesaikan dengan produk anda ? Apakah masalah yang signifikan ? Apa manfaat produk anda ?
  3. Channels, bagian ini terkait dengan pemasaran, penjualan, distribusi dan AfterSale. Pertanyaannya adalah : "1 Bagaimana anda berkomunikasi dengan pelanggan ? Bagaimana anda menjelaskan produk ke konsumen ? 
  4. Revenue Streams, bagian ini merupakan bagaimana usaha anda mendapatkan penghasilan. Pertanyaannya adalah : "Berapa harga modal produk anda ? Berapa konsumen membayar untuk mendapatkan produk anda ?
  5. Customer Relationships, bagian ini bagaimana anda membangun ikatan kepada konsumen. "1. Apa yang didapatkan konsumen setelah membeli produk anda ? Bagaimana cara menghadapi konsumen ?
  6. Key Activities, Bagian ini merupakan aktifitas dalam pengembangan produk, riset konsumen dan pengiriman produk. "1. Apa yang membedakan produk anda dengan yang lain ? Bagaimana respon konsumen dengan produk anda ? Bagaimana cara mendistribusikan produk anda ?
  7. Key Partners, Pihak-pihak yang membantu dalam berjalannya usaha anda. "1. Siapa pemasok bahan baku produk ? Siapa yang mengantarkan produk anda ke konsumen ?
  8. Resources, Berbagai kebutuhan yang diperlukan untuk menjalankan usaha anda. "1. Apa alat yang digunakan untuk membuat produk ? Berapa karyawan yang dibutuhkan ? 
  9. Cost Structure, Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan, pemasaran dan distribusi produk. "1. Berapa biyaya pembuatan produk ? Berapa biyaya iklan ? Berapa biyaya pengiriman ke konsumen ?
Setelah menjawab seluruh pertanyaan pada sembilan elemen yang ada pada Business Model Canvas. Untuk mempermudah membuatnya, kita dapat memilih template gratis yang telah disediakan. Salah satunya adalah strategyzer dan dibawah ini merupakan contoh Business Model Canvas dari perusahaan Uber.




Selamat Mencoba !


 

Kamis, 09 April 2020

Produk dan Penentuan Harga Jual


 Salam para wirausahawan, setelah anda memahami tentang "Aspek Pemasaran dalam Berwirausah" yang ada di bawah ini :
 Kita telah mengetahui bagaimana pentingnya suatu Produk, bagaimana menetapkan target pasar, serta perbedaan produk yang kita tawarkan. Dalam artikel kali ini, kita akan membahas lebih detail tentang suatu Produk dan Penentuan Harga Jual.
 Untuk menentukan Harga jual suatu produk yang sesuai dengan target pasar yang kita inginkan, tidak terlepas dari proses produksi, bahan baku, pekerja dsb. Hal ini yang akan menentukan berapa harga suatu produk dijual, sehingga menjadi pertimbangan utama dalam menentukan harga jual suatu produk. Jadi apa itu Proses Produksi ? 
 Proses produksi adalah tahapan kegiatan yang mengubah sesuatu bernilai tambah. Dalam proses produksi melibatkan beberapa tahapan kegiatan yaitu sebagai berikut. 
1. Perencanaan Produk 
 Hal ini bertujuan untuk produk dapat dipasarkan sesuai target dan kelangsungan usaha, diantaranya :
a. pembuatan model yang sesuai dengan keinginan pasar;
b. bagian-bagian produk/ spesifikasi produk; 
c. bagaimana ukuran dan sistem perakitannya;
d. pengujian mutu produk.  

2. Penentuan Proses Produksi
Suatu produk pasti diciptakan melalui proses produksi yang merupakan suatu alur atau tahapan untuk menjadikan suatu barang.
Contoh Proses Produksi
3.  Peralatan
 Peralatan merupakan alat bantu dalam proses produksi yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan teknis, artinya faktor ekonomi diperlukan biyaya untuk pengadaan dan penggunaan alat tersebut, Gaktor teknis berupa tata letak (LayOut).
4. Pemeliharaan Peralatan 
 Peralatan yang digunakan dalam proses produksi, memerlukan suatu perawatan berkala agar tidak terjadi kerusakan saat proses produksi. Sehingga harus ada pemeliharaan baik berupa breakdown,  terencana dan pencegahan.
5. Tenaga Kerja 
 Setelah menentapkan proses produksi dan peralatan maka penting untuk mencari tenaga kerja yang sesuai dengan proses serta alat produksi yang dimiliki. Pemilihan tenaga kerja juga tergantung berapa sering proses produksi berlangsung. Terdapat tenaga kerja upah, tenaga kerja tetap, tenaga kerja tidak tetap dan tenaga kerja borongan. 
6. Penjadwalan
Penjadwalan adalah bentuk informasi untuk rencana/ realisasi dari awal proses produksi sampai jadi produk yang berupa alokasi waktu. Hal ini penting untuk mengetahui berapa lama proses produksi berjalan, kapan produk siap dijual dan berapa upah gaji tenaga kerja.
Gant Chart Penjadwalan Produksi
7. Biaya
 Dalam hal ini merupakan pengeluaran pada saat ini yang dilakukan untuk mendapatkan manfaat pada masa yang akan datang. Seperti pemberian gaji tenaga kerja, perawatan alat, serta penambahan alat kerja untuk memepercepat penjadwalan proses produksi.
8. Pengendalian
 Tujuannya adalah agar seluruh proses produksi dapat sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Dalam hal ini berupa pengendalian bahan baku, penggunaan bahan, persedian bahan, peralatan, tenaga kerja dan kwalitas produk.   
Setelah kita mengetahui seluruh proses produksi untuk menjadikan produk, maka kita akan mengetahui berapa total Cost untuk menjadikan suatu produk. Sehingga kita dapat Menentukan Berapa Harga Produk yang akan kita pasarkan. Semoga artikel ini dapat menjawab bagi anda yang masih binggung menentukan harga jual produk yang anda tawarkan.
Sampai jumpa diartikel selanjutnya, Salam WIRAUSAHAWAN !
 
 
 

Kamis, 02 April 2020

Aspek Pemasaran Dalam Berwirausaha






 Salam semua para wirausahawan, di artikel sebelumnya kita telah membahas tentang "Pentingnya Strategi Organisasi dalam Berwirausaha" pada artikel ini kita akan membahas tentang "Aspek Pemasaran Dalam Berwirausaha" artinya kita akan mendiskusikan tentang barang atau jasa yang kita tawarkan untuk siapa ? Bagaimana pemasaran terbaik untuk bisa sampai ke target konsumen kita ?

  Pemasaran adalah kegiatan meneliti kebutuhan dan keinginan konsumen (probe), menghasilkan barang dan jasa sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen (product), menentukan tingkat harga (price), mempromosikannya agar produk dikenal kosumen (promotion),mendistribusikan produk ketempat konsumen (place).Tujuan pemasaran adalah bagaimana agar barang dan jasa yang dihasilkan disukai, dibutuhkan, dan dibeli oleh konsumen. Sehingga kita harus mempunyai Strategi Pemasaran antara lain :
Penelitian dan Pengembangan Pasar
 
Keunggulan bersaing perusahaan baru terletak pada perbedaan (diferinsiasi) perusahaan tersebut dengan pesaingnya. Hal ini penting meskipun barang atau jasa yang ditawarkan sama tetapi kita harus menawarkan perbedaan dengan perusahaan yang lain. 

Produk
  Kita harus membuat suatu produk berbeda dengan perusahaan yang lain. Hal ini dapat menjadi suatu pakem pada perusahaan kita dimata konsumen, seperti mudah dikenal dan digunakan oleh konsumen, Disain produk harus kreatif dan berfungsi dengan baik. 

Tempat
  Tempat yang menarik bagi konsumen adalah tempat yang paling strategis, menyenangkan dan efisien. Dengan desain toko yang menarik, etalase yang berbeda serta distribusi barang ke konsumen mudah. 

Harga
  Penentuan harga memang cukup penting untuk bersaing dengan perusahaan lain, bukan berarti dengan harga murah kita akan mendapatkan konsumen dengan banyak. Tetapi kita harus membuat harga yang sesuia dengan nilai dari barang tersebut.

Strategi Pemasaran
  adalah strategi pemasaran untuk meningkatkan jumlah penjualan barang-barang dan jasa-jasa yang sudah ada dengan memperbesar usaha-usaha penjualan dan penjualan. Dengan cara meningkatkan penjualan dengan produk yang baru atau mencarai pasar yang baru. 

Promosi
  Promosi merupakan cara berkomunikasi kan barang-barang dan jasa yang akan ditawarkan supaya konsumen mengenal dan membeli. Ada beberapa jenis promosi, yaitu sebagai berikut :
 a. Periklanan, 
b. Promosi Penjualan, 
c. Wiraniaga,
 d. Pemasaran Iangsung,
 e. Humas.
 
 

Kamis, 26 Maret 2020

Perlunya Manajemen Organisasi dalam Berwirausaha

  
Pada artikel sebelumnya telah kita bahas tentang "Memulai Usaha dengan Modal Kecil dengan Profit 100%" dibawah ini  :


  Sudah memulai suatu usaha, SELAMAT ! anda telah resmi menjadi Wirausahawan.  

  Seorang wirausaha harus memahami hal ini dalam mengelola organisasi usahanya sehingga dapat membedakan mana urusan organisasi, usaha, keluarga, dan yang lainnya karena pada organisasi usaha terdapat tingkat formalitas yang telah ditetapkan dan harus dijaga oleh seorang wirausaha bila ingin berhasil dalam usahanya.Tidak mudah memang untuk melakukan hal tersebut karena banyak contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari dari seorang wirausaha terutama dari Usaha Kecil Menengah(UKM). Bagaimana urusan bisnis dicampur adukan dengan urusan yang Iainnya (dalam pencatatan keuangan usaha). Hal ini sering terjadi dan hampir sebagian besar wirausaha pemula serta kebanyakan dari UKM yang ada di Indonesia sulit untuk memisahkan pencatatan keuangan antara usaha dan lainnya (keluarga dan pribadi) keadaan ini terjadi karena ketidak tauan dan ketidak pahaman bagaimana organisasi itu harus dikelola secara profesional dengan tolok ukur efisien dan efektif.

Apa Itu Manajemen Organisasi ?
  
  Organisasi adalah suatu kumpulan individu yang mempunyai tujuan, sasaran,dan target yang harus dicapai. Agar tercapai tujuan, sasaran, dan target dengan efektif danefisien diperlukan suatu fungsi manajemen. 

  manajemen adalah proses kegiatan dari perencanaan, pengorganisasian,pengarahaan, dan pengawasan dalam mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

PENETAPAN MISI DAN TUJUAN ORGANISASI 
  Kadang-kadang individu yang baru merintis usaha sering melupakan dalam memantapkan misi dan penetapan tujuan organisasi usaha yang akan dirintis.Seharusnya sebelum organisasi menentukan tujuan-tujuan, terlebih dahulu harus menetapkan misi atau maksud organisasi.

Tujuan Organisasi 
  Penentuan tujuan merupakan sesuatu yang harus dilakukan oleh seorang wirausaha, bahwa tujuan organisasi merupakan kondisi yang akan dicapai di masa yang akan datang melalui kegiatan-kegiatan organisasi.
 
 
 
 

Jumat, 20 Maret 2020

Bisnis Dengan Modal Kecil Dengan Profit 100%

  Banyak dari pembaca yang ingin memulai membuka usaha tapi terhalang dengan tidak adanya modal yang cukup, mungkin artikel ini dapat membuka pola pikir anda !
Dan jangan lupa membaca artikel tentang Betapa Pentingnya pola pikir dibawah ini :

https://galihrohdiansyah.blogspot.com/2020/03/bagaimana-pola-pikir-mengubah-segalanya.html

  Persoalan ini banyak dialami oleh keluarga, teman, sahabat termasuk diri saya sendiri, yah lagi dan lagi modal ! Memang modal merupakan salah satu aspek penting dalam memulai suatu usaha, tetapi bukan satu-satunya ! Masih ada aspek lain seperti ide, peluang serta kemauan !

  Jadi usaha apa yang modalnya kecil tetapi mengahsilkan keuntungan hingga 100% ?


  Yup, suku cadang motor ! Kenapa harus suku cadang motor ? Udah terlalu banyak bengkel dan alasan lainnya, tetapi kita harus paham terlebih dahulu suku cadang motor apa yang kita jual. Karena dalam dunia otomotif ada dua kategori suku cadang. Ada suku cadang fast Moving & Slow Moving. Apa itu ? Simak gambar dibawah ini :
Foto : https://www.slideshare.net/pujiahmadkaryadi/fast-and-slow-moving

  Suku cadang fast Moving memang banyak tersedia baik di bengkel resmi ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merk), maupun bengkel perorangan, serta tersedianya suku cadang pengganti (Subtitusi), sehingga membuat ketersedian barang sangat berlimpah, hal tersebut juga membuat harga di pasar relatif sama bahkan lebih murah.
  Sedangkan suku cadang Slow Moving berbeda, karna suku cadang Slow Moving jarang rusak atau diganti sehingga membuat permintaan suku cadang Slow Moving di pasar terbatas. Hal tersebut membuat bengkel baik perorangan maupun ATPM jarang menyediakan suku cadang Slow Moving, jika ada, harganya melebihi harga HET (Harga Eceran Tertinggi) yang ditetapkan ATPM.Sehingga pemilik kendaraan harus melakukan Inden (memesan suku cadang) dengan kebijakan pihak ATPM masing-masing. Fatalnya suku cadang Slow Moving yang rusak dapat mempengaruhi kinerja kendaraan hingga tidak dapat beroprasi. Nah ini merupakan peluang !

  Penulis mempunyai pengalaman pribadi tentang suku cadang Slow Moving pada kendaraan, saat itu Bearing (bantalan roda ) depan kendaraan penulis rusak, setelah diganti terlihat ada seal yang robek. Fungsi seal ini begitu penting untuk melindungi bantalan roda dari kotoran maupun air sehingga penulis memutuskan menggantinya. Tetapi, barangnya tidak tersedia di bengkel perorangan dan juga ATPM, terpaksa harus Inden dan menunggu hingga tujuh hari dan selama tujuh hari kendaraan tidak dapat digunakan.
  
 Setelah menunggu selama tujuh hari kerja, suku cadang Slow Moving dengan nomer 91251-KZR-601 telah tersedia. Saa itu penulis memesan sebanyak tiga buah pada ATPM, dengan harga 5.000/buah jadi totalnya 15.000.
   Penulis mencoba mencari suku cadang  Slow Moving yang sama di aplikasi jual beli online dan ternyata tersedia, tetapi dengan harga jauh diatas harga HET  yang telah ditentukan ATPM.

  Hal ini merupakan peluang usaha bagi yang tidak memiliki modal yang besar, tetapi mendapatkan keuntungan lebih dari 100%. Tidak perlu mempunyai bengkel atau toko fisik, gunakan aplikasi jual beli online yang banyak tersedia sehingga banyak pembeli yang dapat melihat produk anda.

 Masih berpikir membuka usaha membutuhkan modal besar ?
YUK MULAI BERWIRAUSAHA !